Piala Dunia pertama dicetuskan pertama kali pada tanggal 26 mei 1928 di Amsterdam, dalam kongres FIFA tersebut diputuskan bahwa turnamen yang dapat diikuti oleh semua anggota FIFA harus dilangsungkan. Setahun kemudian di Barcelona, diputuskan bahwa Uruguay, juara olimpiade dan dalam era keemasannya, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang pertama sekaligus untuk memperingati 100 kemerdekaan mereka setahun sebelumnya. Hanya 13 negara yang mengikuti turnamen ini, dengan mayoritas berasal dari Amerika Selatan dengan diwakili 9 negara. Montevideo menjadi satu-satunya kota penyelenggara dengan menyediakan tiga stadion. Dan seperti diperkirakan sebelumnya, negara-negara dari Amerika Selatan mendominasi turnamen ini, meskipun penampilan tim-tim dari Eropa tidak bisa dikatakan memalukan. 100.000 penonton memadati Stadion Centenario untuk menyaksikan pertandingan final tanggal 30 July untuk menjadi saksi bagaimana Argentina membuang keunggulan 2-1 dibabak pertama untuk kemudian kalah 4-2 dari Uruguay. Jules Rimes, Presiden FIFA sekaligus pencetus Piala Dunia, menyerahkan tropy kepada Kapten tim Jose Nazassi dan lahirlah turnamen terakbar dalam sepakbola.
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
JOIN US ON FACEBOOK GROUP[quote][b]Next-gen features revealed.
The EA SPORTS football engine that drives the award-winning FIFA franchise on Xbox 360 and PS3 has arrived on PC, delivering next generation console-quality gameplay, game modes and graphics. The physics-based, data-driven technology delivers true freedom on the pitch with individuality of player control and movement, sophisticated ball touches, and physical interaction between players. It is the most complete simulation of football on PC.
The market-leading true 360° Dribbling system gives players precise control of the ball and next generation animation technology delivers Skilled Dribbling, enabling skilled players to face defenders and use highly responsive lateral dribbling to skip past them. Plus, Physical Play has been improved using collision sharing, creating a varied, less predictable, and extended fight for possession between players.
Live out the fantasy of playing as a professional footballer in Virtual Pro. Put yourself in the game using Photo Game Face and then embark on a career with 230 accomplishments to master across all games modes. Begin in the Practice Arena where players can perfect their skills before stepping onto the pitch. Utilize Customisable Set Pieces to create your very own free kicks and corners from up to 32 different dead ball situations for use on match day. Record and test plays before taking them onto the pitch.
FIFA 11 delivers stunning player renders for every player, 62 different stadiums and front end menus with mouse and keyboard support for fast and easy navigation. New features and innovations will be revealed in the coming months.
Key Features
Next Gen Football Engine: The physics-based, data-driven technology behind the EA SPORTS football engine has been optimized for PC. Experience true freedom on the pitch with individuality of player control and movement, sophisticated ball touches, and physical interaction between players.
Next Gen Gameplay: The high quality gameplay, innovative game modes and stunning graphics that have made FIFA the highest rated sports game on the PS3 and Xbox 360 and winner of over 50 sports game of the year awards arrives on PC.
Virtual Pro: Live out the fantasy of being a real life footballer by creating yourself in game with a 3D head using Game Face. Play as yourself across any mode. Grow your player attributes through 230 accomplishments and take your Virtual Pro online to become a global superstar.
Customizable Set Pieces - Design and record your very own free kicks and corners for use on match day. Assign a specific run or movement to every outfield player on your team one at a time, and then combine them for the perfect set piece. Record, test and perfect them in the Practice Arena, then trigger in game.
Practice Arena—Work on individual and team skills in a fully featured practice mode before stepping on the pitch. Select the number of attackers and defenders you want in play (eg 11v11, 5v5, or even 5v3), and practice in open play or from set pieces.
360° Dribbling—The market-leading true 360° dribbling system improves dribbling control from 8 directional to full 360° control. Players can now find spaces between defenders that previously were not possible.
Skilled Dribbling—Next gen animation warping technology provides unprecedented control. Skilled players now have the ability to face a defender and use highly-responsive lateral dribbling to skip past him.
Physical Play— New next gen collision sharing technology creates a varied, less predictable, and extended fight for possession between the dribbler and a defender.
Player Urgency—Improved urgency AI logic, with over 50 next gen movement cycles, delivers more intelligent positioning and awareness so your players stay focused on the ball and move at a speed appropriate to the action.
Attacking —Players analyze space more effectively, curve runs to create passing lanes and vary attacking options.
Improved Defending Options — Defenders multi-task and play more intelligently by covering dangerous spaces left by out-of-position teammates. Better effort clearance logic, such as sliding to block crosses and overhead kick clearances, give defenders more tools to prevent goal-scoring opportunities.
Goalkeeper Intelligence —Goalkeepers now have more urgency and better perception of where to intercept loose balls, resulting in a more responsive and powerful rushing system. New animation warping technology provides game-realistic goalkeeper positioning and momentum, resulting in more varied scoring opportunities.
LAN Play — Host LAN parties and play friends online without being connected to EA servers.
PC Tools — Innovations to improve the experience, including VOIP support and lobbies for match-making by skill and geographical location.
Football World Integration—Go to easportsfootball.com to create your Game Face, search out rivals on global PC Leaderboards and create a PC-specific Friends Lists.
Stunning Next Gen Graphics—High quality renders that bring every player on the pitch to life, plus 62 different stadiums.
Complete Authenticity —Over 30 officially licensed leagues, 500 licensed teams and more than 15,000 players.
Product Specifications
Publisher: Electronic Arts Inc.
Developer: EA Canada
Street Date: Sept. 28 NA; Oct. 1 EU/Asia
Recommended Specs: CPU with Dual core processor (Core duo 2 or better). Intel Core2Duo @ 2.4Ghz on Windows XP / Windows Vista / Windows 7. 1 Gigabyte of RAM (2 GB required for Windows Vista / Windows 7). DirectX® 9.0c Compatible 3D accelerated 256 MB video card or equivalent (must support Shader Model 3.0 or above). ATI RADEON HD 3870. NVIDIA GEFORCE 8800 GT
Rating: E for Everyone, PEGI 3+
FIFA 11 DOWNLOAD LINK [LOKAL]
FIFA 11 PC ID [ONLINE]
OST FIFA 11 DOWNLOAD LINK
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sepakbola adalah suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan sepakbola sering dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Saat ini perkembangan permainan sepakbola sangat pesat sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah sepakbola (SSB) yang didirikan. Tujuan dari permainan sepakbola adalah masing-masing regu atau kesebelasan yaitu berusaha menguasai bola, memasukan bola ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola.
Untuk bisa bermainan sepakbola dengan baik dan benar para pemain menguasai teknik-teknik dasar sepakbola. Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula.
Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada beberapa macam, seperti stop ball (menghentikan bola), shooting (menendang bola ke gawang), passing (mengumpan), heading (menyundul bola), dan dribbling (menggiring bola).
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah permainan sepakbola ?
2. Apa saja teknik dasar permainan sepakbola ?
3. Apa yang dimaksud dribbling ?
4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dribbling ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman penulis mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini. Disamping itu, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Telaah Artikel.
D. Teknik Dasar Permainan Sepakbola
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.
2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil salah satu teknik dasar sepakbola yaitu teknik menggiring bola (dribbling), karena teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai variasi dalam melakukannya, antara lain menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, bagian dalam, dan punggung kaki.
E. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
DAFTAR PUSTAKA
Luxbacher, Joseph A., 2004, Sepakbola, edisi kedua, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
Soekatamsi, 1997, Permainan Besar I Sepakbola, Jakarta, Universitas Terbuka.
Sudjarwo, Iwan dan Nurdin, Enur, 2005, Permainan Sepakbola, Diktat, Tasikmalaya, PJKR FKIP Universitas Siliwangi.

JURUS PINTAR MAIN SEPAK BOLA
Jangan biarkan tim lawan menguasai bola. Jika tim lawan memegang bola, lakukan pressing sesegera dan seketat mungkin. Begitu seorang pemain lawan diberi umpan, segera hampiri dan press! Tapi ingat, yang lainnya harus menutup kemungkinan pemain yang dipress tadi untuk melakukan passing kepada temannya. Jika yang lain tidak menutup, ya sama aja bohong. Kasihan dong teman kita yang melakukan pressing. Dia bakal sia-sia.
Ketika bermain sepakbola, sadarilah bahwa Anda sedang bermain di lapangan sepakbola, bukan lapangan futsal. Manfaatkan luas lapangan. Ketika tim Anda memegang bola, berpencarlah diatas luas lapangan! Mengapa? Untuk mengurangi pressing tim lawan terhadap tim Anda. Tim Anda akan lebih leluasa untuk melakukan umpan-umpan dan mengontrol bola, juga punya waktu yang cukup untuk mengambil visi terhadap lapangan dan berpikir apa yang akan diperbuat terhadap bola.
antara-passing-dribbling-dan-running
Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga, 3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3.boros tenaga.
beberapa-catatan-seputar-umpan-mengumpan
pelanggaran-dan-tendangan-bebas
Ada dua macam tendangan bebas : tendangan bebas langsung (direct free kick) dan tendangan bebas tidak langsung (indirect free kick). Tendangan bebas langsung adalah tendangan bebas yang bisa langsung menjadi gol meskipun belum menyentuh pemain yang lain. Sedangkan tendangan bebas tidak langsung hanya bisa menjadi gol jika terlebih dulu menyentuh pemain lain (termasuk kiper). Jika tendangan bebas langsung dilesakkan kedalam gawang lawan sebelum menyentuh pemain yang lain maka tim lawan mendapatkan tendangan gawang. Untuk menunjukkan bahwa tendangan bebas adalah tidak langsung, wasit harus mengangkat salah satu tangannya sampai bola ditendang.
tips-singkat-tendangan-pojok
A. Latar Belakang
Sepakbola adalah suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan sepakbola sering dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Saat ini perkembangan permainan sepakbola sangat pesat sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah sepakbola (SSB) yang didirikan. Tujuan dari permainan sepakbola adalah masing-masing regu atau kesebelasan yaitu berusaha menguasai bola, memasukan bola ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola.
Untuk bisa bermainan sepakbola dengan baik dan benar para pemain menguasai teknik-teknik dasar sepakbola. Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula.
Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada beberapa macam, seperti stop ball (menghentikan bola), shooting (menendang bola ke gawang), passing (mengumpan), heading (menyundul bola), dan dribbling (menggiring bola).
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah permainan sepakbola ?
2. Apa saja teknik dasar permainan sepakbola ?
3. Apa yang dimaksud dribbling ?
4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dribbling ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman penulis mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini. Disamping itu, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Telaah Artikel.
D. Teknik Dasar Permainan Sepakbola
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.
2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil salah satu teknik dasar sepakbola yaitu teknik menggiring bola (dribbling), karena teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai variasi dalam melakukannya, antara lain menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, bagian dalam, dan punggung kaki.
E. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
DAFTAR PUSTAKA
Luxbacher, Joseph A., 2004, Sepakbola, edisi kedua, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
Soekatamsi, 1997, Permainan Besar I Sepakbola, Jakarta, Universitas Terbuka.
Sudjarwo, Iwan dan Nurdin, Enur, 2005, Permainan Sepakbola, Diktat, Tasikmalaya, PJKR FKIP Universitas Siliwangi.

JURUS PINTAR MAIN SEPAK BOLA
Antara Passing, Dribbling, dan Running
Nopember 19, 2007
Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga, 3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3.boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda. Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
MENGUMPAN
Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan: 1.Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan. 2.Umpan tidak akurat. 3.Mengumpan padahal waktunya menembak
Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).
Mengumpan tidak harus pas ke orangnya. Contoh : 1.Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya. 2.Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut. 3.Umpan terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya: 1.Bisa langsung diarahkan pada teman. 2.Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu). 3.Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita)
Beberapa macam passing: umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang (crossing), dan umpan diagonal.
KUNCI MEMBANGUN TIM YANG KUAT
Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang. Kunci kedua: tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.
Kunci ketiga: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak. Kunci keempat, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih. Kelima, Anda harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.
BEKAL BERMAIN SEPAK BOLA
Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa bermain sepakbola dengan baik? Pertama-tama adalah keunggulan fisik, yang meliputi: ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan kecepatan (speed). Ketahanan berarti kita kuat bermain selama waktu yang cukup panjang tanpa tersengal-sengal alias kehabisan nafas (ketahanan aerobik) ataupun ngilu-ngilu (ketahanan otot). Kekuatan berarti otot-otot tubuh kita cukup kuat untuk menendang dengan keras, melempar bola cukup jauh, melakukan body charge dengan kuat, dan sebagainya. Adapun kecepatan bermakna kita bisa berlari dengan cepat (sprint) baik ketika membawa bola ataupun ketika tidak membawa bola.
Bekal kedua adalah ketrampilan (skill). Yang disebut dengan skill disini terutama adalah fundamen (teknik-teknik dasar) sepakbola, yang meliputi mengumpan dan menerima (passing and receiving), menembak (shooting), mengontrol bola dengan berbagai anggota badan, melindungi bola, dan menggiring (dribbling). Ketiga, kita membutuhkan kerjasama (teamwork). Sebuah tim akan bermain dengan baik jika semua pemain saling bekerjasama dengan jalinan komunikasi yang baik. Tidak ada yang egois. Semuanya bermain untuk tim. Keempat, taktik dan strategi yang baik. Jika dua tim sama-sama memiliki materi pemain yang kuat fisiknya, terampil mengolah bola, dan bisa bekerjasama, maka faktor strategi dan taktik akan menentukan tim mana yang akan menang. Tim yang bermain dengan strategi dan taktik yang lebih cerdas pastilah yang akan menang. Dan selain keempat hal itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah mental yang positif. Semua pemain harus memiliki kepercayaan diri, optimisme dan semangat.
MENEKAN DAN DITEKAN
Jangan biarkan tim lawan menguasai bola. Jika tim lawan memegang bola, lakukan pressing sesegera dan seketat mungkin. Begitu seorang pemain lawan diberi umpan, segera hampiri dan press! Tapi ingat, yang lainnya harus menutup kemungkinan pemain yang dipress tadi untuk melakukan passing kepada temannya. Jika yang lain tidak menutup, ya sama aja bohong. Kasihan dong teman kita yang melakukan pressing. Dia bakal sia-sia.
Bagaimana jika Anda di-press ? 1.Berikan segera bolanya kepada teman Anda yang posisinya lebih bagus (yang tidak sedang di-press). 2.Giringlah bola terlebih dahulu ke ruang kosong yang ada untuk lepas dari press. Ambil visi, pikirkan secepat mungkin yang mesti Anda perbuat, dan segera lakukan. 3.Jika Anda hanya di-press 1 orang lawan dan Anda yakin bisa mengalahkannya, kalahkan dia. Tapi jika Anda tidak yakin, jangan memaksakan diri. Cari aman! Ingat juga: hindari berduel dengan cara ’gaprakan’. Itu gambling besar. Kalahkan dia dengan manuver yang cantik dan cerdas. [Catatan penting: Untuk tahap awal, lebih baik jika Anda melakukan langkah 1 & 2 diatas]
SEMUA MENYEBAR
Ketika bermain sepakbola, sadarilah bahwa Anda sedang bermain di lapangan sepakbola, bukan lapangan futsal. Manfaatkan luas lapangan. Ketika tim Anda memegang bola, berpencarlah diatas luas lapangan! Mengapa? Untuk mengurangi pressing tim lawan terhadap tim Anda. Tim Anda akan lebih leluasa untuk melakukan umpan-umpan dan mengontrol bola, juga punya waktu yang cukup untuk mengambil visi terhadap lapangan dan berpikir apa yang akan diperbuat terhadap bola.
Jangan bikin ruwet permainan akibat semua pemain ’ngruwel’ di sekitar bola. Jangan main sepakbola seperti anak-anak! Tahu bagaimana itu? Dimana ada bola disitu semua bergerombol. Kemana bola berhembus kesitu semua berebutan. Tahu nggak, sangat tidak enak untuk ditonton.
Kalau ada 1 pemain lawan membawa bola, paling banyak 2 orang saja yang berusaha melakukan pressing terhadapnya. Yang lainnya bergerak untuk menutup kemungkinan pemain lawan tersebut melakukan passing kepada teman-temannya. Ingat: TUTUP!
BERLARI TANPA BOLA
Dalam sepakbola, Anda tidak hanya bergerak dan berlari ketika membawa bola. Para pemain harus terus bergerak meski tidak sedang membawa bola. Inilah salah satu hal yang membedakan sepakbola anak-anak dengan sepakbola orang dewasa. Ini pula yang membedakan sepakbola orang dewasa yang ngerti sepakbola dengan orang dewasa yang seperti anak-anak. Namun perlu diingat, bergerak disini tidaklah asal bergerak atau asal berlari. Semuanya harus dilakukan dalam bingkai strategi dan taktik.
Berlari tanpa bola (run) ada dua macam : 1.run untuk menciptakan ruang bagi yang lain. Lakukan run ini secara ‘berisik’ (kentara) dan melewati depan lawan untuk menarik perhatiannya agar mengikuti Anda. 2.run untuk siap diberi umpan. Lakukan run ini secara ‘sunyi’ (tidak kentara) agar tidak menarik perhatian lawan. Secara umum, jangan terlalu dini melakukan run ini agar lawan tidak sempat untuk mengantisipasinya.
Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga, 3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3.boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda. Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
beberapa-catatan-seputar-umpan-mengumpan
Perbandingan antara umpan bawah dan umpan lambung. Karakteristik umpan bawah: 1.biasanya dilakukan dengan foot inside (kaki bagian dalam), 2.akurasi lebih tinggi, 3.untuk umpan jauh, waktu tempuh lebih lama, akibat gesekan bola dengan rumput, 4.lebih mudah diterima (dikontrol), 5.bisa dipotong lawan, 6.bisa untuk umpan jauh, tetapi tidak bisa untuk umpan yang sangat jauh. Adapun karakteristik umpan lambung: 1.dilakukan dengan foot instep (punggung kaki bagian dalam), 2.akurasi lebih rendah, bola sering fifty-fifty, 3.untuk umpan jauh, waktu tempuh lebih cepat, 4.lebih sulit diterima (dikontrol), 5.tidak bisa dipotong lawan, 6.cocok untuk umpan yang sangat jauh.
Bagaimana mengumpan? Mengumpan tidak harus diarahkan persis ke kaki teman kita. Dalam mengumpan, bola juga bisa diarahkan ke ruang kosong di sekitar teman kita. Contohnya, jika teman kita sedang berlari, arahkan bola didepannya, sehingga semuanya berjalan lebih cepat.
Mengumpan balik dan mengumpan ke belakang: seringkali sangat mujarab! Lakukan umpan balik kepada pengumpan jika Anda di-press hebat sementara tidak ada teman lain yang lebih prospektif untuk Anda umpani. Tentu saja si pengumpan juga harus memungkinkan untuk Anda beri umpan balik (tidak sedang di-press). Jika tidak ada satupun yang bisa Anda beri umpan, termasuk mengumpan balik kepada pengumpan, maka Andalah yang harus berjuang keras untuk menyelamatkan bola.
Mengumpan ke belakang dilakukan jika densitas pemain lawan di daerah mereka sangat rapat sehingga tidak ada celah untuk menusuk ke depan. Dengan mengumpan ke belakang, beberapa dari pemain lawan akan terpancing meninggalkan daerah mereka sehingga terbukalah celah bagi kita untuk masuk ke depan.
Beberapa cara menerima bola : 1.menghentikan bola, 2.memantulkan ke ruang kosong, 3.langsung diumpankan kepada teman, 4.biarkan lewat dan kejar, 5.biarkan lewat untuk teman.
Umpan dari kiper: 1.Tendangan langsung ke depan. Langsung kearah pertahanan lawan, hanya saja tidak menjamin penguasaan bola. Pada menit-menit terakhir, tim yang tertinggal hampir selalu memakai umpan kiper jenis ini. 2.memberikan bola kepada pemain belakang. Lebih menjamin penguasaan bola. Dilakukan kearah samping kiri atau kanan lapangan. Dilakukan jika ada pemain belakang yang kosong.
pelanggaran-dan-tendangan-bebas
Ada dua macam tendangan bebas : tendangan bebas langsung (direct free kick) dan tendangan bebas tidak langsung (indirect free kick). Tendangan bebas langsung adalah tendangan bebas yang bisa langsung menjadi gol meskipun belum menyentuh pemain yang lain. Sedangkan tendangan bebas tidak langsung hanya bisa menjadi gol jika terlebih dulu menyentuh pemain lain (termasuk kiper). Jika tendangan bebas langsung dilesakkan kedalam gawang lawan sebelum menyentuh pemain yang lain maka tim lawan mendapatkan tendangan gawang. Untuk menunjukkan bahwa tendangan bebas adalah tidak langsung, wasit harus mengangkat salah satu tangannya sampai bola ditendang.
Tendangan bebas langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini : 1.menendang atau berusaha menendang lawan, 2.mengganjal atau berusaha mengganjal lawan, 3.menabrak lawan, 4.memukul atau berusaha memukul lawan, 5.mendorong lawan, 6.melompat kepada lawan, 7.menarik anggota tubuh atau pakaian lawan, 8.membuat kontak dengan lawan sebelum menyentuh bola saat melakukan tackling, 9.meludahi lawan, 10.hand-ball. Perlu diketahui, wasit bisa memutuskan tendangan penalti jika pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan didalam kotak penalti.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :
Pertama, yang berlaku untuk semua pemain : 1.cara bermain yang berbahaya – yakni membahayakan diri sendiri ataupun lawan - (seperti : menendang terlalu tinggi didekat lawan, menyundul bola yang terlalu rendah yang akan ditendang oleh lawan, dsb), 2.menghalangi pergerakan lawan dengan badan, sementara ia jauh dari bola (lebih dari 3 feet), 3.menghalangi kiper mengambil bola, 4.ketika kartu kuning atau kartu merah diberikan, sementara wasit tidak memberikan tendangan bebas langsung.
Kedua, yang hanya berlaku untuk kiper : 1.memegang bola lebih dari enam detik, 2.memegang bola yang diumpan balik dengan kaki oleh teman sendiri (namun jika bola tersebut diumpan balik oleh teman tidak dengan kaki, boleh dipegang oleh kiper), 3.memegang bola yang dilempar kedalam oleh teman sendiri, 4.secara sengaja mengambil kembali bola yang telah dilepas.
Tentang hand-ball, perlu diketahui bahwa bukanlah hand ball jika seorang pemain menyentuh bola karena : 1.secara refleks berusaha melindungi dirinya dari cedera, atau 2.bukan dia yang menyentuh bola tetapi bola yang mengarah kepada dirinya sementara lengannya dalam keadaan pasif.
Tendangan pojok (corner kick, kadang juga disebut sepak pojok) merupakan salah satu jenis set piece (bola mati) dalam permainan sepakbola. Bisa dibilang tiga puluh persen gol tercipta dari tendangan pojok. Jika demikian, kita harus menaruh perhatian yang besar terhadap tendangan pojok, baik sebagai tim yang mendapatkan tendangan pojok ataupun sebagai tim yang bertahan dari tendangan pojok.
1.Tendangan pojok biasanya diterima dengan sundulan keras ke gawang lawan (attacking header). Bertahan dari tendangan pojok biasanya juga dilakukan dengan sundulan jauh ke arah depan samping menjauhi gawang (defensive header).
2.Tendangan pojok biasa dilakukan dengan bola lambung ke depan gawang. Jangan terlalu tinggi karena kiper pasti akan memenangkan bola karena ia boleh menggunakan tangannya.
3.Kadangkala, tendangan pojok bisa diarahkan ke tiang jauh gawang jika ada teman satu tim yang bersiaga disana.
4.Hendaknya ada satu atau dua orang teman yang berdiri bebas untuk mengantisipasi bola mental.
5.Bertahan dari tendangan pojok biasanya dilakukan dengan mengawal lawan satu persatu (man-to-man marking).
6.Bagi tim bertahan, hendaknya ada satu atau dua orang yang berdiri membantu kiper menjaga gawang.
7.Menghadapi tendangan pojok, kiper biasanya berdiri di bagian belakang gawang karena berlari kearah depan lebih mudah daripada berlari ke belakang.
8.Tendangan pojok juga bisa dilakukan dengan umpan pendek kepada teman satu tim, lalu biasanya dilanjutkan dengan umpan lambung langsung ke depan gawang.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah daftar pemain yang pernah bermain bagi Manchester United F.C. atau Newton Heath L&YR F.C.. Daftar ini hanya menampilkan pemain yang pernah tampil membela Manchester United sebanyak minimal 100 kali (termasuk tampil sebagai cadangan) pada pertandingan resmi tim. Beberapa pemain yang berkontribusi besar bagi klub namun hanya sempat bermain disedikit laga juga dimasukkan (contoh: Liam Whelan).Untuk melihat pemain inti Manchester United saat ini, lihat bagian Tim Utama dari artikel Manchester United F.C..
[sunting] Daftar Pemain
David Beckham membela Manchester United sebanyak 394 kali dalam kurun waktu 1993 sampai 2003.
- Keterangan tabel
- Apps — Jumlah pertandingan pemain dimainkan sebagai starter
- Sub — Jumlah pertandingan pemain dimainkan sebagai cadangan
- Total — Total pertandingan pemain dimainkan sebagai starter maupun cadangan
| GK | Penjaga gawang | RB | Bek kanan | RM | Gelandang kanan | RW | Sayap kanan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CB | Bek sentral | LB | Bek kiri | LM | Gelandang kiri | LW | Sayap kiri |
| DF | Bek | FB | Bek penuh | MF | Gelandang | W | Sayap |
| FW | Penyerang | HB | Gelandang bertahan | CM | Gelandang sentral |
| Nama | Negara | Posisi | Karier Manchester United | Pertandingan | Goals | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Apps (Sub) | Total | |||||
| Willie Stewart | HB/FW | 1889–1895 | 149 (0) | 149 | 23 | |
| Alf Farman | FW | 1889–1895 | 121 (0) | 121 | 53 | |
| Bob Donaldson | FW | 1892–1897 | 147 (0) | 147 | 66 | |
| James McNaught | HB | 1892–1898 | 157 (0) | 157 | 12 | |
| Fred Erentz | LB | 1892–1902 | 303 (0) | 303 | 9 | |
| Joe Cassidy | FW | 1893, 1895–1900 | 167 (0) | 167 | 99 | |
| Dick Smith | LW/FW | 1894–1898, 1900-1901 | 100 (0) | 100 | 37 | |
| Walter Cartwright | HB | 1895–1905 | 257 (0) | 257 | 8 | |
| Harry Stafford | RB | 1896–1903 | 200 (0) | 200 | 1 | |
| William Bryant | FW | 1896–1900 | 127 (0) | 127 | 33 | |
| Frank Barrett | GK | 1896–1900 | 132 (0) | 132 | 0 | |
| Billy Morgan | HB | 1896–1903 | 152 (0) | 152 | 7 | |
| Billy Griffiths | HB | 1899–1905 | 175 (0) | 175 | 30 | |
| Alf Schofield | FW | 1900–1907 | 179 (0) | 179 | 35 | |
| Vince Hayes | RB | 1901–1907, 1908–1910 | 128 (0) | 128 | 2 | |
| Jack Peddie | FW | 1902–1903, 1904–1907 | 121 (0) | 121 | 58 | |
| Alex Downie | HB | 1902–1909 | 191 (0) | 191 | 14 | |
| Alex Bell | HB | 1903–1913 | 309 (0) | 309 | 10 | |
| Bob Bonthron | RB | 1903–1907 | 134 (0) | 134 | 3 | |
| Harry Moger | GK | 1903–1912 | 266 (0) | 266 | 0 | |
| Dick Duckworth | HB | 1903–1915 | 254 (0) | 254 | 11 | |
| Charlie Roberts | HB | 1904–1913 | 302 (0) | 302 | 23 | |
| Dick Holden | RB | 1904–1914 | 117 (0) | 117 | 0 | |
| Jack Picken | FW | 1905–1911 | 122 (0) | 122 | 46 | |
| George Wall | LW | 1906–1915 | 319 (0) | 319 | 100 | |
| Billy Meredith | RW | 1906–1921 | 335 (0) | 335 | 36 | |
| Sandy Turnbull | FW | 1906–1915 | 247 (0) | 247 | 101 | |
| George Stacey | Various | 1906–1915 | 270 (0) | 270 | 9 | |
| Harold Halse | FW | 1908–1912 | 125 (0) | 125 | 56 | |
| Arthur Whalley | HB/MF | 1909–1920 | 106 (0) | 106 | 6 | |
| Enoch West | FW | 1910–1916 | 181 (0) | 181 | 80 | |
| Robert Beale | GK | 1912–1919 | 112 (0) | 112 | 0 | |
| Jack Mew | GK | 1912–1915, 1919-1927 | 199 (0) | 199 | 0 | |
| Lal Hilditch | HB/LW | 1916–1932 | 322 (0) | 322 | 7 | |
| Jack Silcock | LB | 1917–1934 | 449 (0) | 449 | 2 | |
| Joe Spence | FW | 1919–1933 | 510 (0) | 510 | 168 | |
| Charlie Moore | RB | 1919–1921, 1922-31 | 328 (0) | 328 | 0 | |
| John Grimwood | HB | 1919–1927 | 205 (0) | 205 | 8 | |
| Teddy Partridge | FW | 1920–1929 | 160 (0) | 160 | 18 | |
| Alf Steward | GK | 1920–1932 | 326 (0) | 326 | 0 | |
| Ray Bennion | HB | 1921–1932 | 301 (0) | 301 | 3 | |
| Harry Thomas | FW | 1921–1931 | 135 (0) | 135 | 13 | |
| Arthur Lochhead | FW | 1921–1925 | 153 (0) | 153 | 50 | |
| Frank McPherson | FW/LW | 1922–1928 | 175 (0) | 175 | 52 | |
| Frank Barson | HB | 1922-1928 | 152 (0) | 152 | 4 | |
| Frank Mann | HB | 1922-1930 | 197 (0) | 197 | 5 | |
| Jimmy Hanson | FW | 1924–1931 | 147 (0) | 147 | 52 | |
| Tom Jones | LB/RB | 1924–1937 | 200 (0) | 200 | 0 | |
| Jack Wilson | HB | 1926–1932 | 140 (0) | 140 | 3 | |
| Hugh McLenahan | HB | 1927–1937 | 116 (0) | 116 | 12 | |
| Harry Rowley | FW | 1928–1931, 1934-1937 | 180 (0) | 180 | 55 | |
| Thomas Reid | FW | 1929–1933 | 101 (0) | 101 | 67 | |
| George McLachlan | FW | 1929–1933 | 116 (0) | 116 | 4 | |
| Tom Manley | Various | 1930–1939 | 195 (0) | 195 | 41 | |
| Jack Mellor | HB | 1930–1937 | 122 (0) | 122 | 0 | |
| George Vose | HB/MF | 1933–1939 | 209 (0) | 209 | 1 | |
| Bill McKay | HB | 1933–1940 | 182 (0) | 182 | 15 | |
| Jack Griffiths | LB | 1934–1944 | 173 (0) | 173 | 1 | |
| George Mutch | FW | 1934–1937 | 120 (0) | 120 | 49 | |
| Thomas Bamford | FW | 1934–1938 | 109 (0) | 109 | 57 | |
| Billy Bryant | FW | 1934–1939 | 157 (0) | 157 | 42 | |
| James Brown | HB | 1935–1939 | 110 (0) | 110 | 1 | |
| Charlie Mitten | LW | 1936–1952 | 162 (0) | 162 | 61 | |
| Johnny Carey | FB | 1936–1953 | 344 (0) | 344 | 17 | |
| Stan Pearson | FW | 1937–1954 | 343 (0) | 343 | 148 | |
| Jack Rowley | FW | 1937–1955 | 424 (0) | 424 | 211 | |
| Allenby Chilton | HB | 1938–1955 | 391 (0) | 391 | 3 | |
| Jack Warner | HB | 1938–1940, 1946-1951 | 116 (0) | 115 | 2 | |
| John Aston, Sr. | LB | 1939–1954 | 284 (0) | 284 | 30 | |
| Henry Cockburn | HB | 1943–1954 | 275 (0) | 275 | 4 | |
| Jack Crompton | GK | 1944–1956 | 212 (0) | 212 | 0 | |
| Jimmy Delaney | RW/FW | 1946–1950 | 184 (0) | 184 | 28 | |
| Billy McGlen | HB | 1946–1952 | 122 (0) | 122 | 2 | |
| Roger Byrne | LB/LW | 1949–1958 | 280 (0) | 280 | 20 | |
| John Downie | FW | 1949–1953 | 116 (0) | 116 | 37 | |
| Ray Wood | GK | 1949–1958 | 208 (0) | 208 | 0 | |
| Don Gibson | HB | 1950–1955 | 115 (0) | 115 | 0 | |
| Mark Jones | HB | 1950–1958 | 121 (0) | 121 | 1 | |
| Jackie Blanchflower | HB | 1950–1958 | 117 (0) | 117 | 27 | |
| Dennis Viollet | FW | 1950–1962 | 293 (0) | 293 | 179 | |
| Johnny Berry | RW | 1951–1958 | 276 (0) | 276 | 45 | |
| Bill Foulkes | HB/RB | 1951–1970 | 685 (3) | 688 | 9 | |
| David Pegg | LW | 1952–1958 | 150 (0) | 150 | 28 | |
| Duncan Edwards | HB | 1952–1958 | 177 (0) | 177 | 21 | |
| Bobby Charlton | CM/FW | 1953–1973 | 757 (2) | 759 | 249 | |
| Tommy Taylor | FW | 1953–1958 | 191 (0) | 191 | 131 | |
| Liam Whelan | FW | 1953–1958 | 98 (0) | 98 | 52 | |
| Albert Scanlon | LW | 1954–1960 | 127 (0) | 127 | 35 | |
| Freddie Goodwin | HB | 1954–1960 | 107 (0) | 107 | 8 | |
| Eddie Colman | HB | 1955–1958 | 108 (0) | 108 | 2 | |
| Ronnie Cope | HB | 1956–1961 | 106 (0) | 106 | 2 | |
| David Gaskell | GK | 1956–1967 | 119 (0) | 119 | 0 | |
| Johnny Giles | CM | 1956–1963 | 115 (0) | 115 | 13 | |
| Shay Brennan | RB/LW | 1957–1970 | 358 (1) | 359 | 6 | |
| Harry Gregg | GK | 1957-1966 | 247 (0) | 247 | 0 | |
| Albert Quixall | FW | 1958–1963 | 183 (0) | 183 | 56 | |
| Nobby Stiles | HB | 1959–1971 | 394 (0) | 394 | 19 | |
| Maurice Setters | HB | 1960–1964 | 194 (0) | 194 | 14 | |
| Tony Dunne | LB/RB | 1960–1973 | 534 (1) | 535 | 2 | |
| Noel Cantwell | LB | 1960–1967 | 146 (0) | 146 | 8 | |
| David Herd | FW | 1961–1968 | 264 (1) | 265 | 145 | |
| Denis Law | FW | 1962–1973 | 398 (6) | 404 | 237 | |
| David Sadler | Various | 1962–1973 | 328 (7) | 335 | 27 | |
| George Best | LW/RW/FW | 1963–1974 | 470 (0) | 470 | 179 | |
| Pat Crerand | HB | 1963–1971 | 397 (0) | 397 | 15 | |
| John Fitzpatrick | RB | 1963–1973 | 141 (6) | 147 | 10 | |
| John Aston, Jr. | FW/LW | 1964–1972 | 166 (21) | 187 | 27 | |
| John Connelly | FW | 1964–1966 | 112 (1) | 113 | 35 | |
| Brian Kidd | FW | 1966–1974 | 257 (9) | 266 | 70 | |
| Alex Stepney | GK | 1966–1979 | 539 (0) | 539 | 2 | |
| Francis Burns | LB | 1967–1972 | 143 (13) | 156 | 7 | |
| Steve James | HB | 1968–1975 | 160 (1) | 161 | 4 | |
| Willie Morgan | RW | 1968–1975 | 293 (3) | 296 | 34 | |
| Sammy McIlroy | CM/FW | 1971–1982 | 391 (28) | 419 | 71 | |
| Martin Buchan | CB | 1972–1983 | 456 (0) | 456 | 4 | |
| David McCreery | MF | 1972–1979 | 57 (53) | 110 | 8 | |
| Alex Forsyth | RB | 1972–1978 | 116 (3) | 119 | 5 | |
| Brian Greenhoff | CB | 1973–1979 | 268 (3) | 271 | 17 | |
| Lou Macari | MF/FW | 1973–1984 | 374 (27) | 401 | 97 | |
| Gerry Daly | CM | 1973–1977 | 137 (5) | 142 | 32 | |
| Stewart Houston | LB | 1973–1980 | 248 (2) | 250 | 16 | |
| Jimmy Nicholl | RB | 1974–1982 | 235 (13) | 248 | 6 | |
| Arthur Albiston | LB | 1974–1988 | 467 (18) | 485 | 7 | |
| Stuart Pearson | FW | 1974–1979 | 179 (1) | 180 | 66 | |
| Steve Coppell | RW | 1975–1983 | 393 (3) | 396 | 70 | |
| Gordon Hill | LW | 1975–1978 | 133 (1) | 134 | 51 | |
| Jimmy Greenhoff | FW | 1976-1980 | 119 (4) | 123 | 36 | |
| Ashley Grimes | LB | 1977–1983 | 77 (30) | 107 | 11 | |
| Gary Bailey | GK | 1978–1987 | 375 (0) | 375 | 0 | |
| Joe Jordan | FW | 1978–1981 | 125 (1) | 126 | 41 | |
| Gordon McQueen | CB | 1978–1985 | 229 (0) | 229 | 26 | |
| Kevin Moran | CB | 1978–1988 | 284 (5) | 289 | 24 | |
| Mickey Thomas | LW | 1978–1981 | 110 (0) | 110 | 15 | |
| Ray Wilkins | CM | 1979–1984 | 191 (3) | 194 | 10 | |
| Mike Duxbury | RB | 1980–1990 | 345 (33) | 378 | 7 | |
| Mark Hughes | FW | 1980–1986, 1988–1995 | 453 (14) | 467 | 163 | |
| Norman Whiteside | CM/FW | 1981–1989 | 256 (18) | 274 | 67 | |
| John Gidman | RB | 1981–1986 | 116 (4) | 120 | 4 | |
| Frank Stapleton | FW | 1981–1987 | 267 (21) | 288 | 78 | |
| Remi Moses | CM | 1981–1988 | 188 (11) | 199 | 12 | |
| Bryan Robson | CM | 1981–1994 | 437 (24) | 461 | 99 | |
| Clayton Blackmore | DF/MF | 1982–1994 | 201 (44) | 245 | 26 | |
| Paul McGrath | CB | 1982–1989 | 192 (7) | 199 | 16 | |
| Graeme Hogg | CB | 1984–1988 | 108 (2) | 110 | 1 | |
| Jesper Olsen | LW | 1984–1988 | 149 (27) | 176 | 24 | |
| Gordon Strachan | RM | 1984–1989 | 195 (6) | 201 | 38 | |
| Peter Davenport | FW | 1986–1988 | 83 (23) | 106 | 26 | |
| Brian McClair | FW | 1987–1998 | 398 (73) | 471 | 127 | |
| Steve Bruce | CB | 1987–1996 | 411 (3) | 414 | 51 | |
| Lee A. Martin | LB | 1988–1994 | 84 (25) | 109 | 2 | |
| Lee Sharpe | LW | 1988–1996 | 213 (50) | 263 | 36 | |
| Mal Donaghy | CB/LB | 1988–1992 | 98 (21) | 119 | 0 | |
| Mike Phelan | MF/DF | 1989–1994 | 127 (19) | 146 | 3 | |
| Neil Webb | CM | 1989–1992 | 105 (5) | 110 | 11 | |
| Gary Pallister | CB | 1989–1998 | 433 (4) | 437 | 15 | |
| Paul Ince | CM | 1989–1995 | 276 (5) | 281 | 29 | |
| Denis Irwin | LB/RB | 1990–2002 | 511 (18) | 529 | 33 | |
| Ryan Giggs | LW/RW/CM | 1990– | 659 (84) | 743 | 143 | |
| Andrei Kanchelskis | RW | 1991–1995 | 132 (29) | 161 | 36 | |
| Peter Schmeichel | GK | 1991–1999 | 398 (0) | 398 | 1 | |
| Paul Parker | RB | 1991–1996 | 137 (9) | 146 | 2 | |
| Nicky Butt | CM | 1993–2004 | 307 (79) | 386 | 26 | |
| David Beckham | RM/CM | 1993–2003 | 356 (38) | 394 | 85 | |
| Eric Cantona | FW | 1992–1997 | 184 (1) | 185 | 82 | |
| Gary Neville | RB/CB | 1993– | 514 (26) | 540 | 7 | |
| Roy Keane | CM | 1993–2005 | 458 (22) | 480 | 51 | |
| Paul Scholes | CM | 1993– | 456 (93) | 549 | 138 | |
| Philip Neville | LB/RB/CM | 1994–2005 | 301 (85) | 386 | 8 | |
| David May | CB/RB | 1994–2003 | 98 (20) | 118 | 8 | |
| Andrew Cole | FW | 1995–2001 | 231 (44) | 275 | 121 | |
| Ronny Johnsen | CB/CM | 1996–2002 | 131 (19) | 150 | 9 | |
| Ole Gunnar Solskjær | FW/W | 1996–2007 | 216 (150) | 366 | 126 | |
| Teddy Sheringham | FW | 1997–2001 | 101 (52) | 153 | 46 | |
| Henning Berg | CB | 1997–2000 | 81 (22) | 103 | 3 | |
| Wes Brown | CB/RB | 1998– | 248 (33) | 281 | 2 | |
| Jaap Stam | CB | 1998–2001 | 125 (2) | 127 | 1 | |
| Dwight Yorke | FW | 1998–2002 | 120 (32) | 152 | 66 | |
| John O'Shea | LB/CM | 1998– | 210 (66) | 276 | 12 | |
| Quinton Fortune | LW/LB | 1999–2006 | 88 (38) | 126 | 11 | |
| Mikaël Silvestre | CB/LB | 1999– | 324 (34) | 358 | 10 | |
| Fabien Barthez | GK | 2000–2004 | 139 (0) | 139 | 0 | |
| Darren Fletcher | CM/RW | 2000– | 121 (43) | 164 | 7 | |
| Ruud van Nistelrooy | FW | 2001–2006 | 200 (19) | 219 | 150 | |
| Rio Ferdinand | CB | 2002– | 241 (4) | 245 | 7 | |
| Michael Owen | RW/LW | 2003– | 176 (41) | 217 | 75 | |
| Louis Saha | FW | 2004– | 74 (45) | 119 | 41 | |
| Wayne Rooney | FW | 2004– | 153 (15) | 168 | 69 | |
| Antonio Valencia | FW | 2004– | 153 (15) | 168 | 69 | |
| Edwin van der Sar | GK | 2005– | 122 (0) | 122 | 0 | |
Ruud van Nistelrooy (kiri) adalah top skor urutan kedelapan Manchester United sepanjang masa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
search this blog
About Me
- Fashah Blog
- saya sangat suka olahraga, scient, and religion Informasi lebih lanjut hubungi 083873659736